Tingkat dan Jenis Perubahan Fisik Ruang Dalam Pada RumahProduktif (UBR) Perajin Tempe Kampung Sanan, Malang

Iwan Wibisono

Abstract


Rumah di Indonesia yang berangkat dari sistem religi dan budaya, memiliki fungsi dasar yang bertujuan untuk menjaga keharmonisan segala macam aktivitas yang berlangsung di dalamnya. Kesetimbangan dalam pengelolaan kegiatan rumah tangga dengan kegiatan produktif sangat diperlukan mengingat pengelolaan kedua kegiatan ini pada intinya sama, yaitu keluarga. Adanya fungsi produktif tersebut membawa dampak yang cukup signifikan terhadap pola tatanan ruang dalamnya. Keberadaan aktivitas produksi yang masuk ke dalam fungsi rumah hunian, maka akan menyebabkan terjadinya konsekuensi-konsekuensi tertentu yang dilakukan penghuni (dalam hal ini perajin tempe) pada ruang dalam rumahnya, apakah itu berupa penambahan jumlah ruang, luas ruang maupun perubahan pada material ruang (hunian dan produksi). Perubahan fisik ruang dalam rumah tersebut dapat dikategorikan ke dalam tiga tingkatan, yaitu perubahan ringan, sedang, maupun berat/total dibandingkan dari bentuk awal bangunan (ataupun dari fungsi rumah hunian jika memungkinkan). Masing-masing dari tingkat tersebut memiliki jenis perubahan yang berbeda. Untuk itu diperlukan identifikasi lebih lanjut tentang perubahan fisik ruang dalam apa saja yang terjadi akibat dari adanya fungsi produktif yang ada di dalam rumah hunian perajin tempe di Kampung Sanan. Setelah itu, kemudian peneliti berdasarkan variabel-variabel tertentu akan dapat dikelompokkan tingkat dan jenis perubahannya.

 


Keywords


Rumah produktif; Tingkat dan Jenis; Perubahan fisik ruang dalam

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.ruas.2013.011.02.8

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)