Membangun Jembatan Antara Buku Dan Praksis Arsitektur

Abraham Mohammad Ridjal

Abstract


Berbagai anggapan sering muncul terkait hubungan antara dunia akademis dan dunia praktek arsitektur yang mengatakan keduanya saling bertolak belakang dan berbeda arah. Dunia akademisi dianggap sebagai dunia dimana calon arsitek bebas berkreasi dengan angan-angan dan impian yang tidak terbatas, sedangkan dunia ppraktek adalah dunia dimana banyak aturan dan batasan-batasan yang mengekang ide kreatifitas, karena banyak tuntutan yang harus dipenuhi. Padahal jika menilik proses awal lahirnya ilmu arsitektur, tidak ada dikotomi antara dunia arsitektur dan dunia praksis, keduanya tidak terpisahkan. Keilmuan arsitektur akan didapatkan ketika kita berpraktik di lapangan, demikian juga pengembangan praksis keilmuan akan menjadi lebih tajam setelah kita banyak melakukan pengamatan dan penyimpulan terhadap proses ber-arsitektur, sebagaimana wujud arsitektur tradisional kita. Metode semacam ini merupakan proses induktif, dimana kita menyimpulkan pengamatan-pengamatan yang kita lakukan di lapangan untuk dirumuskan menjadi sebuah kajian keilmuan. Dengan demikian, pendidikan dan pengajaran arsitektur akan dapat memperkecil ketidakpastian (anomali).
Melalui penggalian lebih dalam mengenai keterkaitan antara proses yang dilakukan oleh para praktisi dengan pengajaran yang dilakukan dalam dunia pendidikan arsitektur agar dapat terbangun sinergi diantara keduanya. Selain itu, sebagai pengembangan teori dan pengajaran arsitektur, juga perlu dirumuskan konsep desain yang berangkat dari pengalaman praksis untuk memperkaya teori yang sudah dikembangkan di dunia kampus

Kata Kunci: praksis arsitektur, akademisi, metode desain, pengalaman ber-arsitektur


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.ruas.2012.010.02.9

Refbacks

  • There are currently no refbacks.